Seorang aktivis lingkungan hidup berhasil berenang sejauh 1 kilometer (0,62 mil) menyeberangi danau es di Gunung Everest untuk menyoroti dampak pemanasan global. Lewis Gordon Pugh (40) dari Devon, cuma mengenakan cawat renang, kacamata dan topi renang untuk mengarungi Danau Pumori yang bersuhu 2 derajat Celsius pada ketinggian 17.000 kaki (5.300 m) dpl.
Dia berharap aksinya bisa membawa perhatian dunia sehubungan dengan makin mencairnya gletser dan dampaknya terhadap kawasan. Berkat aksinya itu, Gordon dijuluki manusia beruang kutub karena tahan berenang di air yang sangat dingin.
Dia berhasil berenang hingga dekat Gletser Khumbu dengan catatan waktu 22 menit 51 detik.
“Inilah untuk pertama kalinya seseorang menyelesaikan berenang jarak jauh di puncak Everest,” kata tim kampanyenya.
Gordon pun mengakui pencapaian rekor tersebut merupakan salah satu aksi renang terberatnya
Sebelumnya ia pernah berenang di Antartika dan di Kutub Utara untuk menarik perhatian pada laut es yang mencair.
Pada aksi terbarunya, Gordon yang juga pengacara itu berjuang menghadapi ketinggian serta cuaca beku sekaligus.
“Itu salah satu berenang paling sulit yang pernah kulakukan. Ketika berenang di Antartika dan Kutub Utara aku berenang dengan kecepatan dan semangat menyerang. Tetapi di Gunung Everest Anda tidak dapat menggunakan taktik yang sama. Karena ketinggian yang membuat Anda harus berenang dengan sangat lambat dan hati-hati,” ujarnya.
“Berenang 20 meter dengan kecepatan penuh dalam tes berenang saja, aku merasa akan tenggelam. Aku terengah-engah dan jika aku berenang lebih cepat aku pasti akan tenggelam.”
“Aku sangat khawatir tidak akan mencapai 1 kilometer dan aku senang akhirnya aku berhasil.”
Gordon mengatakan dia berenang dengan gaya dada dan harus menemukan “keseimbangan yang rumit” antara terlalu cepat dan terlalu lambat, yang bisa menyebabkan dia mangalami hipotermia.Sebelum menghadapi tantangan itu ia berlatih di Dartmouth, tanah kelahirannya.
Dia mendesak pemerintah untuk membuat skala prioritas guna mengatasi dampak perubahan iklim. Ia pun mengaku kecewa lantaran isu yang kampanyekan tidak lebih menonjol ketimbang pemilu Inggris.
Aktivis lingkungan tersebut mengatakan dia telah melihat gletser di seluruh dunia dan banyak yang meleleh begitu saja.
“Gletser di Himalaya bukan cuma sekadar es. Itu adalah garis hidup karena menyediakan air bagi sekitar dua miliar orang,” tambahnya.
sumber:lawupost.net

Tidak ada komentar:
Posting Komentar